Disneyland Hong Kong Bakal Tutup Lagi

Disneyland Hong Kong Bakal Tutup Lagi

Disneyland Hong Kong Bakal Tutup Lagi

Disneyland Hong Kong Bakal Tutup Lagi – Seluruh taman hiburan Disney di Asia telah dibuka, dengan Tokyo Disney Resort resmi menyambut pengunjung mulai Juli 2020. Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea telah ditutup sejak akhir Februari karena pandemi virus corona.

Shanghai Disneyland adalah taman Disney pertama di dunia yang dibuka kembali, menyambut tamu sejak Mei 2020 dengan protokol jarak sosial dan masker, lalu Hong Kong Disneyland mengikutinya sebulan kemudian.

Disneyland Hong Kong akan menutup gerbangnya lagi karena corona Covid-19. Sempat dibuka pada Juni lalu, taman hiburan ini ditutup setelah Hong Kong memperketat langkah-langkah jagak jarak menyusul kenaikan 52 kasus virus corona baru.

“Sebagaimana disyaratkan oleh pemerintah dan otoritas kesehatan sejalan dengan upaya pencegahan di Hong Kong, taman Disneyland Hong Kong akan ditutup sementara dari Juli,” kata juru bicara Disney. Juru bicara juga menyebut bahwa hotel-hotel di resor Disneyland Hong Kong akan tetap buka. Pembukaan tersebut dengan menerapkan tingkat layanan yang disesuaikan.

“Mereka telah menerapkan langkah-langkah peningkatan kesehatan dan keselamatan yang mencerminkan pedoman kesehatan dan otoritas pemerintah, seperti langkah-langkah jaga jarak sosial dan peningkatan pembersihan, serta sanitasi,” bunyi pernyataan itu.

Penutupan kembali Disneyland Hong Kong terjadi beberapa hari setelah perusahaan membuka resor terpentingnya, Walt Disney World. Resor yang terletak di Orlando, Florida dibuka pada Sabtu, Juli 2020, meski jumlah kasus meningkat di negara bagian tersebut.

Disney World memulai pembukaan kembali secara bertahap untuk taman-taman Magic Kingdom and Animal Kingdom selama akhir pekan. Dua taman lainnya, EPCOT dan Hollywood Studios, akan dibuka kembali pada Juli 2020. Disney menerapkan beberapa langkah kesehatan untuk beroperasi kembali dengan aman.

Menerapkan Protokol Kesehatan

Menurut People, Disneyland Hong Kong ditutup pada Januari lalu di tengah wabah corona Covid-19 di Asia. Namun, taman hiburan ini dibuka kembali untuk umum pada Juni setelah menerapkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan baru.

Penerapan protokol kesehatan tersebut meliputi persyaratan jarak antar individu, menyediakan tempat sanitasi, dan disinfeksi. Begitu pula aturan untuk menggunakan masker dan adanya pemeriksaan suhu di pintu masuk.

Taman hiburan itu adalah taman Disney kedua di dunia yang membuka kembali pintu mereka di tengah pandemi. Lebih tepatnya, setelah Disneyland Shanghai yang dibuka kembali Mei lalu.

Segera Hadir Layanan Canggih Terbaru

Segera Hadir Layanan Canggih Terbaru

Segera Hadir Layanan Canggih Terbaru

Segera Hadir Layanan Canggih Terbaru – Changi Airport di Singapura akan siap merilis kios check-in tanpa kontak dan menurunkan bagasi tanpa perlu menyentuh layar elektronik. Upaya ini bagian dari tindakan pencegahan terhadap transmisi corona Covid-19.

Dalam persiapan untuk dimulainya kembali perjalanan udara, Changi Airport Group (CAG) menyampaikan dalam rilis berita pada Rabu, 1 Juli 2020. Lebih dari 160 kios otomatis di Terminal 1 dan 3 akan secara progresif dipasang dengan layar sentuh dekat dan sensor inframerah untuk melacak gerakan jari.

Dikatakan sebagai yang pertama dari bandara mana pun, kios akan memungkinkan penumpang check-in atau menurunkan barang bawaan tanpa ada kontak di layar, demikian ungkap CAG.Untuk lapisan perlindungan tambahan, layar kios otomatis di Changi juga telah disemprot dengan lapisan anti-mikroba yang tahan lama yang mengurangi risiko penularan virus.

Penumpang yang perlu check-in di konter yang diawaki oleh agen layanan pelanggan, layar akrilik akan memberikan penghalang antara penumpang dan staf. Layar ini juga dipasang di imigrasi, bea cukai, GST refund, dan penghitung informasi.

Immigration and Checkpoints Authority (ICA) juga telah meningkatkan jalur imigrasi otomatis di Changi dengan sistem biometrik baru yang menggunakan pengenalan wajah dan iris sebagai sarana utama untuk verifikasi identitas. Langkah ini menggantikan pemindaian sidik jari tradisional.

Upaya Pencegahan

Usai memindai paspor, para pelancong yang telah mendaftarkan iris dan biometrik wajah mereka akan diverifikasi identitasnya oleh iris dan kamera pemindai wajah. Penumpang hanya akan diminta untuk memindai sidik jari jika pemindaian tidak berhasil atau sebelumnya tidak menyerahkan biometrik mereka.

Perbaikan lain, termasuk robot pembersih otonom yang dilengkapi dengan pelengkap yang menyemprotkan disinfektan pada karpet dan lantai selama pembersihan. Upaya ini juga menguji penggunaan teknologi cahaya ultraviolet-C (UV-C) untuk mendisinfeksi pegangan tangan pada eskalator dan travellator.

Seperti yang diketahui, perjalanan udara jadi sektor yang terdampak ketika negara-negara memilih menutup perbatasan karena pemberlakukan pembatasan wilayah hingga lockdown. Meski bandara kini secara bertahap dibuka kembali, pernebangan perlahan-lahan dilanjutkan.

“Penumpang akan mengharapkan bandara untuk memberikan standar keselamatan dan kebersihan tertinggi untuk memberi mereka ketenangan pikiran selama perjalanan mereka. Kami akan dengan cepat membawa langkah-langkah baru saat kami memasuki new normal untuk perjalanan udara,” kata wakil presiden eksekutif manajemen bandara CAG, Tan Lye Teck.