Lokasi Wisata di Pacitan Mulai Dibuka Bagi Wisatawan

Lokasi Wisata di Pacitan Mulai Dibuka Bagi Wisatawan

Lokasi Wisata di Pacitan Mulai Dibuka Bagi Wisatawan

Lokasi Wisata di Pacitan Mulai Dibuka Bagi Wisatawan – Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443/198/408.21/2020 tertanggal 29 Mei tersebut, seluruh objek wisata serta tempat hiburan malam (THM) ditutup sementara sampai 17 Juni 2020. Akan dibuka kembali pada 18 Juni. ‘’Mungkin ini akan menjadi perpanjangan penutupan objek wisata kami yang terakhir. Rencananya pada 18 Juni akan kami buka,’’ kata Kepala Disparpora Pacitan T. Andi Faliandra.

Dalam SE yang ditandatangani oleh Bupati Indartato tersebut juga disebutkan soal kewajiban pengelola objek wisata, THM, dan pelaku jasa pariwisata untuk mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan dinas kesehatan (dinkes). Selain itu, disparpora bakal menerapkan ambang batas jumlah kunjungan wisatawan sekitar 50 persen per hari.

Pengelola delapan destinasi wisata di Kabupaten Pacitan kembali membuka kunjungan bagi para pelancong secara bertahap sejak 11 hingga 27 Juli 2020. Tempat wisata yang sudah dibuka adalah Beiji Park di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku; Pantai Teleng Ria di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan. Keduanya dikelola oleh pihak swasta.

Selain itu, Pantai Pidakan dan Pantai Watu Bale di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan; Pantai Soge di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo. Ketiga destinasi wisata itu dikelola oleh pemerintah desa setempat.

Sedangkan tiga lainnya dikelola Pemkab Pacitan, yaitu Pantai Klayar di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo; Pantai Watukarung di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku; dan Pantai Pancer Door di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.

Andi mencontohkan Pantai Klayar yang mempunyai kapasitas 20 ribu pengunjung. Setelah diberlakukannya tatanan new normal, maksimal hanya boleh dikunjungi sekitar 10 ribu pengunjung selama satu hari.

Dinyatakan telah memenuhi standar kelayakan operasional

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan T.Andi Faliandra mengatakan bahwa delapan destinasi wisata alam itu tengah menjalani tahap simulasi pembukaan bagi pelancong. Pihak pemkab setempat telah menerbitkan sertifikat tentang kesiapan operasional saat mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru.

“Masa simulasi ini berlaku selama satu bulan dan hanya boleh dikunjungi wisatawan lokal Pacitan,” ujar Andi.

Jika lolos evaluasi lanjutan dapat terima pelancong dari luar Pacitan

Selama tahapan simulasi, ia melanjutkan, protokol kesehatan harus dijalankan. Ini seperti yang menjadi komitmen pengelola selama masa pra simulasi hingga akhirnya sertifikat operasional terbit. Adapun penilaiannya dijalankan oleh seluruh elemen terkait dalam upaya pencegahan COVID-19.

“Selama masa simulasi, evaluasi tetap dilakukan. Jika dinyatakan memenuhi syarat maka dapat menerima pengunjung dari luar Pacitan,” Andi menuturkan.

Target PAD turun drastis

Dengan mulai dibukanya kembali destinasi wisata bagi pelancong, ia berharap dapat mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 dari sektor tersebut. Apalagi, pihak pemkab dan DPRD setempat telah menyetujui pengurangan target dari Rp 16,6 miliar menjadi Rp 7,1 miliar.

Penurunan target PAD itu dampak dari pandemi COVID-19 yang mengharuskan ditutupnya destinasi wisata bagi pelancong. Penutupan itu berlangsung sejak April lalu. “Kalau untuk tri wulan pertama masih bisa mencapai target, yaitu Rp 2,1 miliar,” ujar Andi.