Destinasi Wisata Taman Aset Desa Nangkula Park

Destinasi Wisata Taman Aset Desa Nangkula Park

Destinasi Wisata Taman Aset Desa Nangkula Park, – Bertambah satu lagi destinasi wisata di Provinsi Jawa Timur. Belum lama ini, Bupati Tulungagung baru saja meresmikan Nangkula Park yang terletak di pinggir jalan protokol Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu.

Meski berada di pinggir jalan protokol, Nangkula Park juga berdampingan dengan area persawahan warga. Hal ini menjadikan udara desa wisata ini menjadi sejuk meskipun siang hari.

Melansir dari http://dewitogel.live/, Nangkula Park selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam daerah maupun luar daerah, mulai dari pagi hingga sore hari.

Nangkula Park, sebuah lokasi wisata baru yang terletak di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ramai dikunjungi wisatawan. Taman ini menawarkan keindahan bunga celosia serta suasana khas desa. Wisata ini merupakan aset pemerintah desa setempat yang dikelola oleh Bumdes.

Setiap hari taman yang buka mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB ini bisa dikunjungi hingga 1.500 wisatawan setiap hari. Jumlah ini meningkat tajam saat libur akhir pekan.

Taman ini terdiri dari taman bunga, jogging track melingkar, lapangan sepak bola, dan juga ada warung kopi dan restoran tempat para pengunjung bisa menikmati suasana relaks dan romantis.

Tawarkan keindahan bunga dan suasana khas desa

Septi Puspitasari, salah seorang pengunjung, mengaku tertarik datang untuk berfoto dengan latar belakang bunga celosia di lokasi ini. Selain itu terdapat pula monumen Keris Jangkung Mangkurat yang menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto. Pengunjung bisa menikmati keindahan taman ini, dengan bersantai di gazebo yang tersedia.

“Baru pertama ini saya datang ke sini, awalnya tahu dari media sosial. Lokasinya cocok untuk berfoto,” ucapnya, Minggu.

Dibangun di atas aset tanah desa

Kepala Desa Kendalbulur Anang Mustofa menuturkan, ide awal membuat Nangkula Park ini adalah menyediakan fasilitas lapangan yang bisa menjadi tempat rekreasi warga. Taman ini dibangun di atas lahan aset desa dan dikelola oleh Bumdes setempat.

Pembangunan lokasi wisata ini menelan biaya hingga ratusan juta rupiah yang diambilkan dari dana desa dan bantuan pemkab. Hasilnya sangat memuaskan. Dalam waktu satu bulan pertama wisata ini mampu memperoleh pemasukan hingga Rp500 juta.

“Pendapatan tersebut berasal dari tiket masuk, mengelola parkir dan menjual makanan serta minuman di resto,” jelasnya.

Berdampak pada ekonomi desa

Tidak hanya itu, keberadaan Nangkula Park juga berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat sekitar. Mereka ramai berjualan di sekitar lokasi wisata. Selain itu, lokasi tersebut juga mampu menyerap tenaga kerja yang diprioritaskan untuk warga setempat. Harga tiket masuk yang sangat terjangkau menjadi salah satu alasan lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar kota.

“Harga tiket kami cuma Rp2 ribu saja, itu juga hanya untuk wisatawan dewasa, untuk balita kami tidak menarik biaya,” tuturnya.